Nabire, Papua Tengah, Suarajurnalis.com — Jumaat 3 Juli 2026, Executive Committee (Exco) Partai Buruh Provinsi Papua Tengah menyambut baik pertemuan antara Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Jakarta pada Rabu, 1 Juli 2026.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu ketenagakerjaan, termasuk kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.400 pekerja PT Freeport Indonesia pada 2017.
Menurut Said Iqbal, aksi para pekerja saat itu merupakan mogok kerja yang sah secara hukum. Karena itu, PHK terhadap 2.400 pekerja masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan secara adil melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku.
Exco Partai Buruh Papua Tengah menilai, penyelesaian kasus ini bukan hanya soal hubungan industrial, tetapi juga menyangkut perlindungan hak pekerja, kepastian hukum, dan rasa keadilan bagi buruh yang telah mengabdikan diri pada perusahaan.
Sebagai provinsi yang wilayahnya menjadi basis operasional PT Freeport Indonesia, Papua Tengah berkepentingan agar setiap persoalan ketenagakerjaan diselesaikan secara bermartabat, transparan, dan menghormati hak-hak konstitusional pekerja.
Untuk itu, Exco Partai Buruh Provinsi Papua Tengah menyatakan sikap:
1. Mengapresiasi langkah Said Iqbal yang membuka ruang dialog dengan COO Danantara terkait penyelesaian PHK 2.400 pekerja PT Freeport Indonesia.
2. Mendesak seluruh pihak terkait segera mencari solusi yang adil bagi para pekerja yang di-PHK.
3. Mendorong pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan mengedepankan dialog sosial serta menghormati hak pekerja sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Mengajak seluruh buruh di Papua Tengah menjaga persatuan dan solidaritas, serta memperjuangkan hak secara damai, konstitusional, dan bermartabat.
Exco Partai Buruh Papua Tengah akan terus mengawal penyelesaian kasus ini sebagai komitmen memperjuangkan keadilan, perlindungan hak buruh, dan hubungan industrial yang harmonis di Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
Sumber : Enok Pigai
Penulis : Jeri P. Degei





