Kemah Bakti Satya Linmas Bandarlampung: Memperkuat Peran dan Kebersamaan Warga

BANDAR LAMPUNG — Suara jurnalis-Pemerintah Kota Bandarlampung terus mematangkan segala persiapan untuk pelaksanaan Kemah Bakti Satya Linmas, yang dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari satu malam, pada Kamis hingga Jumat, 23–24 September 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Karya Bakti Herman H.N., Jalan Kepayang, Kemiling Permai, Bandar Lampung.

Kegiatan meaningful ini sekaligus dirangkai dengan acara pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kota Bandarlampung. Berbagai persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembagian atribut dan seragam dinas bagi para anggota Linmas yang jumlahnya mencapai sekitar 4.000 set.

Wali Kota Bandarlampung, Hj. Eva Dwiana, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wilson Faisol, menjelaskan bahwa acara ini tidak sekadar berkegiatan perkemahan. Beragam rangkaian acara telah disiapkan, antara lain penampilan seni dan atraksi budaya, renungan suci, serta doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia dan kesejahteraan Kota Bandarlampung.

Sebanyak 126 kelurahan dari 20 kecamatan di Kota Bandarlampung dipastikan akan mengikuti kegiatan ini secara penuh. Panitia penyelenggara juga menyiapkan lomba kebersihan dan kerapian tenda peserta, di mana satu tenda terbaik dari masing-masing kecamatan akan mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Wilson menambahkan, untuk tahun ini kegiatan difokuskan terlebih dahulu bagi lingkup Kota Bandarlampung. Ke depannya, acara ini berpeluang besar dilaksanakan lebih luas dengan menggabungkan kegiatan Linmas tingkat Provinsi Lampung, yang saat ini masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.

Kemah Bakti Satya Linmas ini diharapkan dapat semakin mempererat rasa kebersamaan, kekompakan, dan persatuan antar seluruh anggota Satlinmas, sekaligus memperkuat komitmen dan peran mereka yang sangat penting dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban umum, serta pelayanan yang prima bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

( Red / Tulus Rafli)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *